PILIHANRAKYATID, JAKARTA - Dalam rangka festival Sastra Internasional "Gunung Bintan" dan Jamuan Penutup HPI 2018 Kepri, Yayasan Jembia Emas dan Dewan Kesenian Kepri dengan dukungan Dinas Kebudayaan Kepri dan Pemkab Bintan akan menerbitkan antologi puisi bersama dengan tema: Jejak Hang Tuah dalam puisi. Bagi sastrawan yang hendak mengikutsertakan puisi-puisinya ke dalam antologi puisi
Kegiatanberskala lintas negara, Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2022, telah mengumumkan nama penyair dan karya sastranya yang lolos kurasi pada 15 Juni 2022.. Ada 6 Penyair Kalimantan Selatan (Kalsel) yang lolos kurasi, yaitu Ali Syamsudin Arsyi, Ariffin Noor Hasby, A. Rahman Al-Hakim, Buya Al Banjari, Fahmi Wahid, Hudan Nur dan Rezqie M.A. Atmanegara.
YayasanJembia Emas bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kepri, Dinas Kebudayaan Kepri, Dinas Budpar Kota Tanjungpinang, Dinas Budpar Bintan , dan Dinas Kebudayaan Lingga, akan menyelenggarakan kembali event Festival Sastera Internasional Gunung Bintan ( FSIGB ) 2020. FSIGB rencananya digelar 24-27 September 2020 di Tanjungpinang dan Bintan. FSIGB 2020 merupakan kelanjutan FSIGB 2018 dan FSIGB
PenyairYang puisinya dimuat akan diundang pada Acara Festival Sastra Internasional Gunung Bintan ( FSIGB ) 2019, yang direncanakan diadakan di Tanjungpinang, kepulauan Riau Bulan Oktober 2019 (tanggal yang pasti akan diberitahu kemudian). 9. Penyair yg puisinya dimuat namun tidak bisa datang, akan dkirimkan 1 eks buku antologi bersama tersebut.
ProvinsiKepulauan Riau berkerja sama dengan Yayasan Jembia Emas, Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau dan Pemkab Bintan akan mengadakan perhelatan festival sastra gunung bintan yang merupakan sebuah even akbar sastra yang ada di Kepri (29 November s/d 1 Desember 2018), yang berlokasi di Kaki Gunung Bintan sebelumnya akan dibuka dari Kompleks Purna MTQ Bintan dan akan di tutup di Gedung
gFeZ. Festival Sastra Internasional Gunung Bintan yang kerap populer disebut FSIGB, di tahun 2023 ini akan hadir kembali. Acara sastra bergengsi yang melibatkan para penyair dalam dan luar negeri ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober sebelumnya, kegiatan FSIGB pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018, pencetusnya adalah Datok Rida K Liamsi, seorang sastrawan Indonesia yang telah melahirkan banyak karya sastra. Beruntungnya lagi, Datok Rida ini, selain pandai menulis karya sastra, beliau sangat ramah, santun, dan menyenangkan. Terbukti, selama kami menjadi peserta FSIGB setiap tahunnya, beliau masih saja santun kepada siapapun, bahkan jika kita mengirimkan pesan via Whastapp, beliau selalu saja merespons, dan kerennya lagi. Sejak pertama saya bertemu dengannya, sampai sekarang beliau masih tetap bisa mengingat saya dengan baik. Begitulah Sastra yang selalu dinantikan para penyair di Indonesia ini, masih konsisten diselenggarakan. Terbukti sudah lima tahun berturut-turut kegiatan pertemuan penyair terbesar ini masih secara apik terselenggara. Meski pada tahun 2020 dan 2021, penyelenggaraan kegiatan FSIGB hanya dilaksanakan secara daring atau virtual, namun tetap saja berkesan. Bagi kawan-kawan penyair, mari bertemu lagi melalui karya, melalui acara sastra, melalui puisi, melalui kata-kata. Berikut informasi terbaru terkait rencana penyelenggaraan FSIGB tahun 2023, yang saya kutip dari Datok Rida di WAG Jazirah Sastra. Dear all, apa kabar?Bersama ini disampaikan pengumuman pertama dari Panitia Pelaksana FSIGB 2023. Harap maklum. Penjelasan teknis akan disampai kemudian. Festival Sastra Internasional Gunung Bintan FSIGB 2023FSIGB 2023 akan diadakan di Tanjungpinang, pada 29 sampai 31 Oktober diseleksi berdasarkan buku kumpulan puisi tunggal yang terbit pada 2023. Calon peserta hanya boleh mengirim satu kumpulan puisi untuk diseleksi oleh tim kurasi yang ditetapkan panitia. Buku puisi yang akan dikurasi dikirimkan ke alamat Panitia pelaksana FSIGB 2023 d/a Kantor Yayasan Jembia Emas, jalan DI Panjaitan, no 47. Bintan Center, KM IX, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, telp 0817921717 atau 08117001943Hasil kurasi akan diumumkan pada 30 Agustus 2023. Panitia hanya akan memilih 100 peserta berdasarkan hasil kurasi buku puisi yang dikirimkannya dan yang dinyatakan lolos kurasi akan diundang mengikuti acara FSIGB buku puisi pilihan panitia akan dijadikan buku yang akan dibahas dalam sesi diskusi/seminar oleh beberapa pembicara yang ditunjuk panitia, pada event pertemuan sastera dengan para peserta yang diundang . Dua buah puisi yang termuat dalam buku puisi yang lolos kurasi itu akan dipilih panitia untuk diterbitkan dalam antologi puisi bersama Jazirah Empat Belas. 100 buku yang lolos kurasi akan diluncurkan bersama pada event FSIGB 2023 yang teknisnya akan disampaikan kemudian. Semua peserta akan mendapatkan sebuah buku antologi puisi bersama secara cuma-cuma, Jazirah Empat Belas, sebagai tanda bukti dan akan diberikan pada saat peserta hadir atau akan dikirim ke alamat peserta setelah acara FSIGB 2023 selesai, bagi yang tidak hadir. Bagi peserta yang lolos kurasi dan diundang untuk mengikuti acara, panitia tidak menanggung ongkos transportasi datang ke Tanjungpinang dari tempat masuk masing masing peserta. Panitia hanya menyediakan kamar untuk menginap selama acara dengan satu kamar berdua atau bertiga. Dan konsumsi selama acara berlangsung, serta transpitasi lokal ke tempat acara dari hotel. Selama event acara FSIGB 2023, akan ada acara peluncuran 100 buku bersama, seminar atau diskusi, ziarah budaya, baca puisi bersama, yang susunan acaranya akan diberitahu kemudian. Hal hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan pada panitia pelaksana pada Rida K Liamsi, HP +628179121717 atau Irwanto Daud, HP +6281364261676Tanjungpinang, 10 Mei 2023Penjab acara FSIGB 2023Kadisbud KepriRida K LiamsiHusnizaSelamat berkarya, selamat berjumpa. Salam Puisi tak henti-henti. Ihsan Subhan
BINTAN- Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Kepri mendukung Festival Sastra Internasional Gunung Bintan yang diselenggarakan pada 24-26 September 2022 dengan melibatkan 350 penyair. Rida K Liamsi, salah satu pelopor Festival Sastra Internasional Gunung Bintan mengungkapkan bahwa Bintan merupakan salah satu lokasi tertua peradaban di Kepri. "Seluruh masyarakat dipersilakan untuk menyaksikan penampilan para penyair ternama diselingi dengan penampilan budaya yang semuanya terpusat di Lapangan Relief Antam Kijang," ucapnya. Kegiatan festival tersebut mengangkat tema "Sastra Melayu dan Budaya Kemaritiman". Pelaksanaan festival dipusatkan di Kota Kijang sebagai kota bekas tambang bauksit satu-satunya di Indonesia. "Bukan hal baru memang, Kijang pernah jaya pada masanya dengan tambang bauksit yang cukup besar. Kejayaan itu yang akan diangkat oleh 350 penyair yang meramaikan festival tersebut," kata Bupati Bintan Robby Kuniawan di Bintan, Rabu 10/8. Robby menyatakan dukungan penuh dan siap berkolaborasi mengangkat kembali nama Bintan di mata dunia, salah satunya melalui agenda Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2022. Oleh karena itu, ia meminta festival ini nantinya bisa mengangkat budaya dan sejarah Bintan agar kembali muncul ke permukaan. Tidak hanya dikenal oleh generasi muda, tetapi menjadi daya tarik bagi semua lapisan masyarakat. "Selain pariwisata, Bintan punya segudang budaya dan sejarah yang menjadi ikon tersendiri di mata dunia," jugaNarasinghadewi, Relief Antropomorfis Manusia Setengah Singa di Candi Jago Sementara itu, Sastrawan dan Budayawan Melayu Datok Rida K Liamsi menyampaikan dari 350 penyair yang akan mengikuti festival ini, 133 penyair diantaranya merupakan peserta dari Malaysia Kelantan, Sabah, Serawak, dan 20 kota di luar Kepri, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Seluruh peserta nantinya dibebaskan untuk berkeliling Kota Kijang, melihat kondisi kota usai penambangan sebagai inspirasi dalam syair, puisi, madah, dan hikayat yang diciptakan. lik Editor Abdul Malik lik Tags Terkini
festival sastra internasional gunung bintan